Entry: 12.10 Thursday, October 12, 2006



:untuk kembara, aku merasakannya setiap melewati mu di Legian sana...

12 matahari memutih dari setiap ujung kaki
segenggam dupa mengalun diujung jalan
menjunjung ratusan manusia tinggi menuju hakiki
saat durjana melesak lebam ditengah penapian

10 gagak berteriak mengantar himpun menuju biru
jejak kaki berhenti dan bersimpuh syahdu mengiris mimpi
sekian depa langkah melaju dua bidak tetap tak teradu
segenggaman pasir itu masih dipegang erat bersama api

22:45 malam empat tahun lalu dipersimpangan itu tawa renyah menggelegar
bersambut dendam yang begitu hingar terus meretas dan mengakar
beradu dengan jutaan paku dan literan bensin yang terbakar
menghanguskan 202 daging yang seharusnya tak tergegar
sebuah fable tentang hidup ribuan manusia dipulau indah ini terus menggelepar

salamati,
akuluka.net

   1 comments

susanti
October 13, 2006   06:08 PM PDT
 
Entahlah luka.Ada sebuah tanya dalam hati ini yang tak bisa terungkap. Dan hanya bisa dimengerti oleh hati yang sama-sama merasakannya. Aku harap namamu hanyalah sekedar nama. Luka bukan sebuah kata yang harus dihindari. Tapi luka aku berterimakasih padamu. Karna denganmu luka itu menjadi kekuatan yang menajam ragam.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments