|
12 matahari memutih dari setiap ujung kaki segenggam dupa mengalun diujung jalan menjunjung ratusan manusia tinggi menuju hakiki saat durjana melesak lebam ditengah penapian 10 gagak berteriak mengantar himpun menuju biru jejak kaki berhenti dan bersimpuh syahdu mengiris mimpi sekian depa langkah melaju dua bidak tetap tak teradu segenggaman pasir itu masih dipegang erat bersama api 22:45 malam empat tahun lalu dipersimpangan itu tawa renyah menggelegar bersambut dendam yang begitu hingar terus meretas dan mengakar beradu dengan jutaan paku dan literan bensin yang terbakar menghanguskan 202 daging yang seharusnya tak tergegar sebuah fable tentang hidup ribuan manusia dipulau indah ini terus menggelepar salamati, akuluka.net |
| susanti October 13, 2006 06:08 PM PDT Entahlah luka.Ada sebuah tanya dalam hati ini yang tak bisa terungkap. Dan hanya bisa dimengerti oleh hati yang sama-sama merasakannya. Aku harap namamu hanyalah sekedar nama. Luka bukan sebuah kata yang harus dihindari. Tapi luka aku berterimakasih padamu. Karna denganmu luka itu menjadi kekuatan yang menajam ragam. | ||
| Leave a Comment: |