Entry: Sebuah Pencarian Monday, October 02, 2006



untuk adik, kakak, uwak, nenek, paman dan teman yang tak pernah bertemu bapak atau kakeknya pun saudaranya sejak kejadian 30 september 1965

subuh sudah berlalu dan aku sekarang terbakar terik
masih berjalan menyusuri  hingar bingarnya setapak
badanku menangis pori-poriku berteriak mashyuk
sungguh aku tak tahu harus berhenti kala haru merangsek

sang penari sudah surut ketimur bersetubuh dengan perawan
kala kaki masih menjura setiap jengkal lemah yang terpilin
mata sudah semakin tertebas gelap perlahan satu mengalun
gemerlap hinggap ditelinga saat harum hidung mencium porselen

sekiranya mimpi pertemuanku denganmu adalah nyata
sejajarkanlah ribuan bintang tuk menuntunku bersuamu
aku sudah lelah dengan caci dan hinaan mereka
yang berteriak tentang harapan tapi malah melemparkan peluru

seperti kamu dulu dikerubung laron yang tak menyerbu pelita
tapi malah menghisap darah dari parang yang terakhir menebas leher
dan hingga sekarang aku tak pernah tahu wujud rupamu nyata
hanya kulihat sekadarnya dari bingkai usang yang gambarnya mulai pudar

salamati,
akuluka.net

   1 comments

dewi
October 5, 2006   04:44 PM PDT
 
sudah ribuan kata diteriakkan
sumpah serapah cacianmakian
tapi, bisakah menggantikan luka oleh tangisan??

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments