|
subuh sudah berlalu dan aku sekarang terbakar terik masih berjalan menyusuri hingar bingarnya setapak badanku menangis pori-poriku berteriak mashyuk sungguh aku tak tahu harus berhenti kala haru merangsek sang penari sudah surut ketimur bersetubuh dengan perawan kala kaki masih menjura setiap jengkal lemah yang terpilin mata sudah semakin tertebas gelap perlahan satu mengalun gemerlap hinggap ditelinga saat harum hidung mencium porselen sekiranya mimpi pertemuanku denganmu adalah nyata sejajarkanlah ribuan bintang tuk menuntunku bersuamu aku sudah lelah dengan caci dan hinaan mereka yang berteriak tentang harapan tapi malah melemparkan peluru seperti kamu dulu dikerubung laron yang tak menyerbu pelita tapi malah menghisap darah dari parang yang terakhir menebas leher dan hingga sekarang aku tak pernah tahu wujud rupamu nyata hanya kulihat sekadarnya dari bingkai usang yang gambarnya mulai pudar salamati, akuluka.net |
| dewi October 5, 2006 04:44 PM PDT sudah ribuan kata diteriakkan sumpah serapah cacianmakian tapi, bisakah menggantikan luka oleh tangisan?? | ||
| Leave a Comment: |