Entry: tanah sudah terlalu merah untuk marah Tuesday, September 26, 2006



saat laku hanya berujung keringnya ludah
dan penderitaan tak berakhir diujung pisau bedah
hanya secarik sapu tangan terlalu basah oleh darah
yang menempel dilubang kecil diantara mata bekas timah

dendam bertarung buas dengan dengki yang membuncah
dan hulu berpaling jauh kedalam lautan yang telah terjarah
sementara hilir pontang panting menyodorkan piring kosong pecah
genggam jemari satukan langkah bersama walau kapan itu entah

gemerlap gemintang nun jauh diufuk barat hilang sudah
bagi mereka yang bertapa diatas puing-puing serakan rumah
pun bersemedi diantara kuburan yang tak tahu siapa mendedah
bila semi kan datang karena tanah sudah terlalu merah untuk marah

salamati,
akuluka.net

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments