|
dan penderitaan tak berakhir diujung pisau bedah hanya secarik sapu tangan terlalu basah oleh darah yang menempel dilubang kecil diantara mata bekas timah dendam bertarung buas dengan dengki yang membuncah dan hulu berpaling jauh kedalam lautan yang telah terjarah sementara hilir pontang panting menyodorkan piring kosong pecah genggam jemari satukan langkah bersama walau kapan itu entah gemerlap gemintang nun jauh diufuk barat hilang sudah bagi mereka yang bertapa diatas puing-puing serakan rumah pun bersemedi diantara kuburan yang tak tahu siapa mendedah bila semi kan datang karena tanah sudah terlalu merah untuk marah salamati, akuluka.net |
| Leave a Comment: |