Entry: mereka hanya membuang ludah, dan tak kembali Monday, September 18, 2006



:sebuah ode untuk Pak Gondo pengayuh becak malioboro




kudengarkan bisikanmu yang lirih kian hilang
tentang jemari mengguratkan niat tak berhenti pada kenisbian
bahkan kala janji bergelantungan pada tingginya tiang
kita hanya terduduk setelah lelah menghela nafas dipersimpangan

kutelisik gurat wajahmu semakin kentara nian
kulitmu gosong terbakar matahari yang meleburkan berang
dan mulutmu masih saja mengepulkan asap tembakau campuran
yang kau kumpulkan dari asbak sisa hari kemarin tak terbuang

kugenapi langkahku dibangku kayu tua disudut istana megah
segelas es teh manis dan sepiring arem-arem menjadi teman
sementara dirimu menatap kosong jalanan yang mulai meriah
entah kapan puing bebatuan itu bisa berdiri kembali nyaman

kemarau sebentar lagi surut karena di utara awan sudah bergulung
sementara gubuk saja belum berdiri, dan atap entah kapan dibeli
aku tahu kau marah jatahmu dikebiri proyek mercusuar kendaraan perang
aku pun merasakan pedihmu saat tahu mereka hanya membuang ludah, dan tak kembali

salamati,
akuluka.net

gambar, pribadi.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments