Entry: terperah tengadah Saturday, September 02, 2006



hinggap diujung malam
dan bulir mimpi jatuh perlahan
ketika detik tak lagi berdentam
dan keringat semakin terperah bak hujan

langit masih merah padahal sudah habis malam
gemerlap masih berkeliaran
dan ingatan terus berkelojotan diantara dendam
tengadah pada langit tak berembulan

salamati,
akuluka.net

   1 comments

dewi
September 5, 2006   01:33 PM PDT
 
langit temaram dan lampupun beranjak padam
meninggalkan badan bercampur kenangan
tapi ada yang tak mati tenggelam
setengah hati penuh sayatan

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments