- : [ saat mulut terbungkam, maka matilah peradaban ini....] :
| kembali| badanluka | mulutluka | tanganluka | kataluka | temanluka | bukuluka | |
[ k a t a l u k a ]

kata terkadang tajam menusuk

kata terkadang lembut membuai

kata terbaik bila kau resah........



"There is no one who loves pain itself, who seeks after it and wants to have it, simply because it is pain . . ."

Male/26-30. Lives in the island of the second sun in a surreal world, speaks Indonesian and English. Eye color is black. I am a god. I am also independent stage fucker, words digger, mind whore, brain pimp, dream sales, psychotic insomniac. psychotic profile

   

<< July 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


Click here to join bungamatahari



Temanluka


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Tuesday, September 26, 2006
tanah sudah terlalu merah untuk marah

saat laku hanya berujung keringnya ludah
dan penderitaan tak berakhir diujung pisau bedah
hanya secarik sapu tangan terlalu basah oleh darah
yang menempel dilubang kecil diantara mata bekas timah

dendam bertarung buas dengan dengki yang membuncah
dan hulu berpaling jauh kedalam lautan yang telah terjarah
sementara hilir pontang panting menyodorkan piring kosong pecah
genggam jemari satukan langkah bersama walau kapan itu entah

gemerlap gemintang nun jauh diufuk barat hilang sudah
bagi mereka yang bertapa diatas puing-puing serakan rumah
pun bersemedi diantara kuburan yang tak tahu siapa mendedah
bila semi kan datang karena tanah sudah terlalu merah untuk marah

salamati,
akuluka.net

dihunjamkan pada 9/26/2006 1:00:36 pm oleh akuluka
Silahkan Cercaluka  

Friday, September 22, 2006
ketika anjing-anjing berpuasa

ketika anjing-anjing berpuasa
belulang hanya didapatkan dari iga kawan saja
mereka bersaing dengan setan terpenjara
masih bisa tertawa terbahak-bahak seperti raja

ketika anjing-anjing berkuasa
mereka berebut daging busuk di pembuangan sisa
atau bahkan ditiang gantungan berbentuk panah tak biasa
bergerombol gegap senjata digerbang fana berusaha memberangus rasa

ketika anjing-anjing terbiasa
menggerogoti pintu kandangnya sendiri yang tak terjaga
sembunyi-sembunyi mencuri tulang pantat burung disana
kembali kekandang melipat ekor dibawah peler yang tersisa

ketika anjing-anjing bersuara
gonggongan itu seperti gemuruh dialam raya
padahal tak ada raja yang berlalu dalam keriaan
yang ada hanya sayup-sayup janji yang tak terbayarkan.

salamati,
akuluka.net

dihunjamkan pada 9/22/2006 9:16:40 pm oleh akuluka
Silahkan Cercaluka  

Monday, September 18, 2006
mereka hanya membuang ludah, dan tak kembali

:sebuah ode untuk Pak Gondo pengayuh becak malioboro




kudengarkan bisikanmu yang lirih kian hilang
tentang jemari mengguratkan niat tak berhenti pada kenisbian
bahkan kala janji bergelantungan pada tingginya tiang
kita hanya terduduk setelah lelah menghela nafas dipersimpangan

kutelisik gurat wajahmu semakin kentara nian
kulitmu gosong terbakar matahari yang meleburkan berang
dan mulutmu masih saja mengepulkan asap tembakau campuran
yang kau kumpulkan dari asbak sisa hari kemarin tak terbuang

kugenapi langkahku dibangku kayu tua disudut istana megah
segelas es teh manis dan sepiring arem-arem menjadi teman
sementara dirimu menatap kosong jalanan yang mulai meriah
entah kapan puing bebatuan itu bisa berdiri kembali nyaman

kemarau sebentar lagi surut karena di utara awan sudah bergulung
sementara gubuk saja belum berdiri, dan atap entah kapan dibeli
aku tahu kau marah jatahmu dikebiri proyek mercusuar kendaraan perang
aku pun merasakan pedihmu saat tahu mereka hanya membuang ludah, dan tak kembali

salamati,
akuluka.net

gambar, pribadi.

dihunjamkan pada 9/18/2006 5:43:47 pm oleh akuluka
Silahkan Cercaluka  

Thursday, September 14, 2006
nusantara dikuasai durjana tak berwajah

segenap alam raya sunyi senyap
mereka merunduk rata dengan tanah
menikmati belaian durjana tak sekejap
terbuai lemah hingga daging bernanah

halus tutur kata dan lembut tingkah
mengantarkan mereka duduk dipucuk kursi darah
gemerlap membutakan segara yang bau busuk basah
tak berwujud mereka terus merangsek menjarah

nusantara dikuasai durjana tak berwajah
mereka membuncah dan meletup-letup diujung timur
sementara di alun-alun mereka berkoar tentang perdamaian
dibalik semua itu tangan mereka mencerabut nyawa dibilahan tenggara
dan meledak-ledak di ujung surga yang tak terbeli sebelah selatan

buih-buih janji berdesakan dan terlontar seperti sendawa lalu sirna
sementara rerumputan berharap  buih itu menetas seperti embun
walau hanya sekadar untuk membasuh bibir mereka yang kering
ketika pagar mereka hancur dilesakkan oleh keadaan

saat kerontang menyambangi hati dan menyergap fikir
dan ketiak tak lagi basah oleh keringat melainkan oleh serapah
hijau hanyalah mimpi belaka saat durjana mengandalkan senyum kafir
dan pijakan semakin keras menekan wajah memelas mereka tengadah

salamati,
akuluka.net

dihunjamkan pada 9/14/2006 2:29:34 pm oleh akuluka
Silahkan Cercaluka  

Monday, September 11, 2006
08:46 AM

untuk 3000 korban WTC 9/11 2001 08:46AM NYC.
dan puluhan ribu lainnya korban keganasan dendam.

burung besi menukik melesak
hancur...
puing...
beriak...

seketika semesta terhenyak
bisu...
senyap...
kalut...

harapan berjumpalitan terserak
buyar...
gulita...
hening...

lima tahun lalu harga diri terkoyak
dendam...
buta...
hitam....

salamati,
akuluka.net



Currently listening to:
America: A Tribute to Heroes
By Various Artists



dihunjamkan pada 9/11/2006 4:57:57 pm oleh akuluka
Silahkan Cercaluka  

Thursday, September 07, 2006
menikmati derita

matahari menyurut di kakimu
dan aku terpuruk dikursi itu
jengah, canggung kucoba dekatimu
berlembar foto bergeletakan disitu

pahat mengalun merdu merajah tabu
gemerlap seketika menderu serbu
aku terbenam dalam mimpi tak bersumbu
menikmati derita yang menerbangkan kalbu

aku terlelap dilenakan aliran darah
berbusai meretas dari pahatanmu
tak ada yang bersisa dan aku pasrah
menikmati duri yang kau tancapkan semu

salamati,
akuluka.net

dihunjamkan pada 9/7/2006 1:02:51 pm oleh akuluka
2 Cercaan saya terima  

Saturday, September 02, 2006
terperah tengadah

hinggap diujung malam
dan bulir mimpi jatuh perlahan
ketika detik tak lagi berdentam
dan keringat semakin terperah bak hujan

langit masih merah padahal sudah habis malam
gemerlap masih berkeliaran
dan ingatan terus berkelojotan diantara dendam
tengadah pada langit tak berembulan

salamati,
akuluka.net

dihunjamkan pada 9/2/2006 2:06:55 pm oleh akuluka
1 Cercaan saya terima  

Wednesday, August 16, 2006
Merdeka?!

Merdeka!! Merdeka!!
kita sudah enampuluh satu tahun lepas dari penjajah
terima kasih para pahlawanku yang pantang menyerah

Merdeka!! Merdeka!!
kita sudah bisa merambah dunia tanpa harus mengembara
menerima warta ditangan dengan hanya hitungan kejapan mata

Merdeka!! Merdeka!!
anak-anak kecil berlarian mengejar bola dijalanan raya
ibu-ibu saling bahu membahu mendirikan rumah itu disana

Merdeka!! Merdeka!!
ketika tetek danbokong pun cerita harus dibekap mesra oleh sebuah undang-undang
pun pemaksaan kehendak yang terlalu dipaksakan ditanah yang beragam suku, rasa dan agama tak berkurang

Merdeka!! Merdeka!!
tanah negara satu persatu lepas ke pangkuan enggan
pergi dengan catatan darah yang tak terlupakan

Merdeka!! Merdeka!!
anak kecil tenggelam dikali dan ibu bapa pun berperang
dimana kompromi berdiri dan rasa sayang hilang

Merdeka!! Merdeka!!
perempuan pergi pagi-pagi diangkut truk tanah
menjadi kuli devisa dinegera tetangga dan pulang masuk ke tanah

Merdeka!! Merdeka!!
bencana bertubi menghela tenggorokan kita menenggelamkan rasa cinta
dan para digdaya menabur ribuan janji yang berujung juali beli tanah mereka

Merdeka!! Merdeka!!
saat buruh berteriak menuntut gaji mereka yang hanya ratusan ribu tak dibayarkan tuan-tuan yang terhormat hanya bungkam seribu basa
saat gaji ketiga belas mereka dipersoalkan tuan-tuan yang terhormat berteriak-teriak dimedia massa seakaan teraniaya dengan uang puluhan juta


Merdeka!!

benarkah kita sudah, Merdeka?!


Currently listening to:
Songs of Freedom
By Bob Marley & The Wailers



dihunjamkan pada 8/16/2006 2:15:29 pm oleh akuluka
1 Cercaan saya terima  

Tuesday, August 15, 2006
Tak Harus

Tak harus hadir untuk selalu ada
Tak harus meringis untuk selalu merasa
Tak harus tertawa untuk selalu gembira
Tak harus berlalu untuk selalu mengembara

Karena jiwa tak utuh berwujud dan akan selalu berpeluk penuh

salamati,
akuluka.net

dihunjamkan pada 8/15/2006 4:01:35 pm oleh akuluka
1 Cercaan saya terima  

Thursday, August 10, 2006
Persamaan Jiwa

(hati²(rasa x cinta)):(rindu² - benci) = n

-n =(rindu + hati²)x((sakit x benci²)+ rasa)

((hati x benci)-((rindu + rasa²) sakit)): n = 0

n = jiwa

salamati,
akuluka.net

dihunjamkan pada 8/10/2006 4:22:27 pm oleh akuluka
1 Cercaan saya terima  

Previous Page Next Page